Bisnis 100% Tanpa Modal Komisi Gratis | Bisnis Online Tanpa Modal Paid Review Indonesia banner4.gif Cafe Bisnis Online
Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan

Personel Kopassus Dites Urine Oleh BNN

Sekarang ini merupakan momentum bersejarah dan strategis untuk melawan Narkoba dan memberikan apresiasi kepada Satuan Kopassus sebagai Institusi Negara yang proaktif sebagai  pelopor untuk mencegah dan memberantas Narkoba. Hal dikemukan Direktur Penindakan dan Pengejaran BNN Brigjen (Pol) Benny Mamoto usai pelaksanaaan upacara menjalani tes urine yang dilaksanakan pihak tim  Badan Narkotika Nasional (BNN) di Gedung Nanggala Makopassus Cijantung-Jakarta Timur, Selasa (6/3/2012). ”Kami berharap kepada seluruh Prajurit Kopassus jangan sampai tergoda, terbujuk dan terperdaya dengan mengkonsumsi Narkoba,”kata Benny.

Oleh karena itu,lanjut Benny,para prajurit Kopassus harus mampu membentengi dengan iman dan pergaulan yang baik serta hidup sehat agar terhindar dari bahaya narkoba.”Bagi seluruh Prajurit dan PNS Kopassus yang berdinas  di Satuan Jajaran Jakarta tanpa terkecuali harus mengantisipasi dengan adanya peredaran narkotika ini dan harus kita jaga iman dan taqwa kepada Allah SWT agar terhindar narkoba,”ujarnya.

Lebih lanjut Danjen Kopassus Mayjen TNI Wisnu Bawa Tenaya didampingi Wadanjen Kopassus Brigjen TNI Doni Monardo mengatakan tes urine yang dilaksanakan sebagai salah bentuk pengamanan personil bagi Prajurit dan PNS khususnya di jajaran Kopassus.”Kita harus  bebaskan dan bersihkan di  lingkungan Kopassus dari bentuk jenis Narkoba yang sangat membahayakan jiwa manusia,”kata Danjen Kopassus .

Danjen Kopassus menjelaskan, agar seluruh prajurit dan PNS Kopassus tidak melibatkan diri dalam narkoba.”Karena bagi mereka di ketahui kedapatan menggunakan narkoba maupun pengedarkan narkoba akan mendapatkan sanksi dan hukuman seberat-beratnya bagi yang terlibat,” pungkasnya.

Efek Buruk Konsumsi Kafein Saat Menyusui

Saat ini Anda sedang menyusui? Sebaiknya jangan terlalu banyak mengonsumsi minum minuman berkafein. Seperti teh, kopi atau minuman bersoda. Pasalnya, kafein bisa membuat bayi Anda mengalami sulit tidur.

Bayi akan mudah terbangun dan rewel karena mereka juga mengonsumsi kafein melalui air susu ibu. Hal ini diungkapkan oleh Dr Ruth Lawrence, editor dari Journal Breastfeeding Medicine. Ia mengungkap kalau bayi mengalami kesulitan untuk mengurai dan menghilangkan zat-zat beracun di tubuhnya, terutama di dua minggu pertama kehidupannya.

"Akan sangat baik jika ibu menyusui mengurangi atau menghindari mengonsumsi minuman berkafein," kata Dr Lawrence, seperti dikutip dari Daily Mail.

Profesor dari Rochester University di New York ini, menyarankan untuk tak mengonsumsi kafein lebih dari 300 miligram per hari. Ini setara dengan tiga cangkir kopi.

"Secara khusus untuk ibu menyusui, saya memang tak tahu persis batas aman kafein yang dikonsumsi setiap hari, karena harus diukur secara spesifik," kata Dr. Lawrence.

Hal ini, menurutnya harus diperhatikan para ibu menyusui karena paparan kafein pada bayi, terutama yang baru lahir akan memicu masalah pernapasan. Ia juga memperingatkan kalau senstivitas tiap bayi berbeda.

"Ada bayi-bayi yang sangat sensitif. Dengan paparan kafein, mereka makin sulit tidur, waktu istirahatnya juga berkurang dan ini berdampak buruk bagi kesehatan dan perkembangannya," ujar Dr. Lawrence.

Cara Lindungi Anak dari Ancaman Diabetes

Balita dan anak gemuk memang sangat menggemaskan. Pipi tembem dan tubuh gempal membuat gaya buah hati terlihat lucu. Namun, kegemukan bisa berbuah bencana: mengalami diabetes sejak usia muda.

Perubahan gaya hidup dan diet memengaruhi perkembangan penyakit kronis non infeksi. Salah satunya adalah pergeseran dari pola makan tradisional menjadi makanan modern, salah satunya kandungan gula tambahan berlebih.
Penurunan aktivitas fisik yang membatasi pengeluaran energi menyebabkan sindroma metabolik dan penyakit yang menyertainya seperti jantung, hipertensi, diabetes, stroke dan sebagainya.

Menurut data Riset Kesehatan Dasar 2007 dan 2010, kejadian obesitas anak di bawah usia lima tahun selama tiga tahun terakhir  meningkat dari 12,2 persen menjadi 14 persen.

Ketua II Ikatan Dokter Anak Idonesia (IDAI) Prof Aman B Pulungan mengatakan, obesitas adalah penyakit yang mengarah pada diabetes. Kendati 90 persen diabetes berasal dari keturunan atau genetik, pengaruh lingkungan sangat memengaruhi jumlah kejadian obesitas.

"Makanan modern yang menjadi kesenangan anak-anak dan orang dewasa memiliki gula tambahan. Gula berlebih membuat orang semakin banyak makan," katanya dalam Kampanye Edukasi bertajuk 'Waspadai Bahaya Konsumsi Gula Tambahan Berlebih' di Jakarta, Selasa, 28 Februari 2012.

Padahal, gula berlebih yang ada dalam minuman ringan misalnya yang mengandung 140 kalori atau 39 gram melebihi kebutuhan gula harian 5-8 sendok teh setiap hari. "Kalau dikonsumsi setiap kali makan jumlah asupan gula bisa memicu resisten insulin yang akhirnya memunculkan diabetes."

Menurut Prof Aman, ada beberapa ciri anak-anak  yang sepatutnya 'dicurigai' untuk menjalani pemeriksaan diabetes, yaitu:

1. Usia lebih dari 10 tahun dan memiliki indeks massa tubuh  diatas persentil 85, atau berat badan pada persentil 120.

2. Memiliki dua faktor risiko lainnya, yaitu riwayat kegemukan dan diabates dalam keluarga serta riwayat ras. Ras Asia merupakan ras yang paling berisiko mengalami diabetes tipe 2.

3. Pada anak ditemukan tanda-tanda klinis resistensi insulin antara lain kehitaman dan daki pada leher, ketiak dan tangan.

"Bila menemukan dua dari tiga hal ini pada anak, skrining perlu dilakukan. Dan umumnya dokter anak telah mengetahuinya," ujarnya.

Bahkan pada anak usia di bawah 10 tahun, bila ada dugaan obesitas yang ditunjukkan dari BMI dan riwayat dalam keluarga, harus segera dilakukan skrining. "Perhatikan balita dan anak, apakah mereka terlihat kesulitan berjalan, sebaiknya lakukan skrining," imbaunya.

Ketua Perhimpunan Dokter Spesialis Gizi Klinik Indonesia Prof Abdul Razak Thaha menjelaskan, Jepang yang melakukan pencegahan sejak dini patut diikuti, terutama karena ras Asia memiliki risiko tinggi diabetes. " Di Jepang ada kebijakan setiap kali masuk tahun ajaran baru semua siswa menjalani cek urin. Dan bila terdeteksi akan dilakukan skrining,"  katanya.

Pemerintah Jepang juga berhasil menerapkan agar semua restoran di negeri itu menampilkan berapa kalori makanan yang disajikan di sana. "Sementara di Indonesia, restoran siap saji kita tak pernah mencantumkan kalori dalam makanan mereka."

Pencegahan Sejak Dini
Membentuk pola makan anak sejak dini merupakan upaya menciptakan kebiasaan baik demi menjauhkan kegemukan dan diabetes dari buah hati.

Menurut Prof Razak, pengenalan makan sehat dan seimbang harus dikenalkan semenjak dini. Misalnya, saat anak diperkenalkan makanan pendamping ASI (MPASI), berikan makanan yang relatif tidak enak. "Perkenalkan sayuran yang memiliki rasa kurang enak sebelum anak mengenal makanan 'enak' dengan aneka rasa yang banyak kita jumpai sekarang," katanya.
Para pakar setuju, perlu ada kampanye dan edukasi kepada masyarakat untuk memilih makanan sehat, meningkatkan kesadaran akan bahaya konsumsi gula berlebih. Pemerintah juga harus melakukan upaya pencegahan dan pengendalian akibat konsumsi makanan yang berkaitan dengan konsumsi gula tambahan berlebih.

Ini Dia Pekerjaan yang Bikin Anda Kena Serangan Jantung

Meski banyak orang tidak yakin penyakit jantung terkait dengan urusan pekerjaan, ternyata faktanya tidak begitu. Rupanya, karakteristik kerja juga dapat meningkatkan risiko serangan jantung dan masalah lain. Sejumlah aktivitas pekerjaan seperti duduk terlalu lama, jam kerja yang terlalu panjang, dan terpaan bahan kimia tertentu dapat mengancam jantung kita. Berikut adalah pekerjaan dan karakteristik kerja yang dapat berisiko terhadap jantung.

Bekerja yang menuntut duduk terlalu lama
Pekerja yang terlalu lama duduk berisiko mengalami masalah jantung lebih ketimbang daripada mereka yang aktif. Ini karena duduk terlalu lama dapat memicu penurunan sensitivitas insulin dan enzim yang biasanya dapat mengurai lemak. Disarankan, berdiri dan berkeliling sesekali ketika bekerja.

Pekerja penyelamat
Pekerjaan yang merupakan aktivitas tingkat tinggi seperti polisi atau pemadam kebakaran juga berisiko. Sekitar 22 persen petugas polisi dan 45 persen petugas pemadam kebakaran mengalami kematian mendadak saat kerja akibat jantung. Bandingkan dengan angka 15 persen yang terjadi pada pekerjaan lain.
Jam kerja yang panjang, pola makan tak sehat, stres, terpaan karbonmonoksida turut berperan memicu risiko. Bila Anda tidak mungkin mengganti pekerjaan, cobalah untuk fokus pada makanan sehat, olahraga teratur dan upaya menurunkan tekanan darah. 

Sopir bus
Pekerjaan mengemudi seperti ini boleh dibilang berisiko mengalami hipertensi ketimbang pekerja lian. Boleh jadi ini karena mereka harus duduk lama yang membutuhkan kewaspadaan agar terhindar dari kecelakaan dan memikirkan keamanan penumpang. Inilah yang memicu stres.
Dalam satu riset terungkap, 56 persen sopir bus di Taipei mengalami hipertensi ketimbang 31 persen pekerja dari sektor lain. Mereka juga mengalami peningkatan kolesterol, tambah berat badan, dan serangan jantung.

Pekerja dengan shift
Perubahan jam kerja seperti yang dialami oleh dokter, perawat, dan lainnya juga bisa berisiko lebih tinggi terkena penyakit jantung dan diabetes tipe 2. Pekerjaan dengan shift bisa mengganggu ritme jam tubuh yang berperan penting untuk mengatur gula darah, tekanan darah, dan insulin.
Namun, gaya hidup juga berpengaruh. Pekerja di malam hari cenderung lebih banyak merokok. Jam tidur yang lebih pendek juga berisiko mengalami sakit jantung.

Bartender
Berada di tempat yang biasanya disesaki asap rokok seperti bar atau kafe, para pekerja di sana seperti bartender pasti berisiko menjadi perokok aktif atau pasif. Bahkan, perokok pasif malah lebih berisiko terkena serangan jantung. Untuk membantu mengatasi masalah ini, sistem ventilasi yang baik bisa jadi solusi.

Alasan Kenapa Harus Minum Kopi

Dibalik semua efek negatif yang ditimbulkan dari pengonsumsian kopi secara berlebihan, seperti insomnia, ternyata kopi memiliki sifat unik, yaitu mengandung antioksidan yang lebih kuat dibandingkan makanan lain.
Dalam sebuah penelitian, manfaat kopi yang diminum dengan sedikit gula bisa memberikan efek positif yang lebih banyak daripada efek negatifnya. Berikut ini beberapa manfaat unik yang bakal Anda dapatkan dari mengonsumsi kopi.

Menurunkan risiko diabetes tipe 2
Beberapa hasil penelitian telah menunjukkan bahwa, para penikmat kopi tanpa gula memiliki risiko rendah terkena diabetes tipe 2. Menurut sebuah hasil penelitian, wanita menopause yang minum setidaknya 4 cangkir kopi sehari mampu menurunkan risiko diabetes tipe 2 hinga 50 persen.
Peneliti dari Huazhong University of Scince and Technology menemukan sedikitnya tiga kandungan senyawa alami terkandung dalam kopi, yaitu kafein, asam kafeik dan asam klorogenik. Tiga senyawa inilah yang berjasa menangkal perkembangan racun dari protein terkait risiko diabetes tipe 2.
Diabetes tipe 2 terjadi ketika tubuh tidak memiliki cukup insulin, namun senyawa dalam kopi bekerja untuk mencegah proses produksi sel insulin dari kehancuran. Bahkan, manfaat kopi decaffein (kopi dengan kadar kafein rendah) bekerja lebih baik menurunkan risiko diabetes tipe 2.
Konsumsi kopi juga meningkatkan kadar protein yang disebut hormon seks pengikat globulin dalam darah (sex hormone binding globulin/SHBG), yang memberikan perlindungan terhadap diabetes tipe 2 pada orang yang memiliki jenis tertentu dari mutasi genetik.

Melawan sel kanker
Menurut Prof. Takayuki Shibamoto, ahli toksikologi lingkungan dari Universitas California, Amerika, menyatakan kopi yang baru diseduh akan memproduksi antioksidan yang penting untuk kesehatan. Para peneliti mengatakan bahwa antioksidan dapat merusak DNA dan membran-membran sel sehingga dapat menyebabkan kanker.
Pada tahun 2011, peneliti Harvard menemukan bahwa perempuan yang minum beberapa cangkir kopi sehari memiliki risiko lebih rendah terkena kanker endometrium (kanker rahim).
Penelitian lain pada tahun 2011 di Harvard menunjukkan, pria yang mengkonsumsi 6 cangkir kopi sehari, memiliki 60 persen lebih rendah terkena kanker prostat, dan 20 persen lebih rendah terkena jenis dari kanker prostat.

Selain itu, beberapa penelitian sebelumnya juga mengaitkan minum kopi dengan penurunan risiko kanker usus besar, kanker dubur, kanker mulut dan kanker kerongkongan.
Kopi mengandung ratusan senyawa kimia, seperti senyawa antioksidan dan antiinflamasi yang dapat menurunkan penanda untuk proses kerusakan peradangan.
Methylpyridinium, senyawa antioksidan yang sangat aktif karena proses pemanggangan biji kopi, ditemukan hampir dalam semua kopi. Bahkan espresso memiliki 2-3 kali jumlah senyawa antikanker.

Menurunkan risiko demensia
Para ilmuwan masih belum sepenuhnya memahami apa yang menyebabkan perubahan otak yang terkait dengan penyakit Alzheimer. Tetapi para ilmuwan belajar lebih banyak tentang faktor risiko demensia dan kebiasaan minum kopi hangat tampaknya dapat menurunkan risiko.

Orang yang mengonsumsi 3-5 cangkir kopi sehari 65 persen lebih rendah untuk mengembangkan demensia. Para peneliti percaya sifat antioksidan dari kopi dapat bekerja untuk mengurangi bentuk demensia vaskular. Minum kopi sudah dikenal melindungi terhadap diabetes tipe 2, penyakit kronis yang meningkatkan risiko demensia.

Penelitian pada hewan menunjukkan bahwa kafein dalam kopi dapat meningkatkan efisiensi penghalang darah otak, menggagalkan efek negatif dari kolesterol tinggi pada fungsi kognitif. Ada juga kemungkinan bahwa peminum kopi memiliki lebih banyak energi dan bergerak lebih. Peneliti menunjukkan bahwa olahraga juga merupakan pelindung terhadap demensia.

Melindungi dari penyakit Parkinson
Kopi membantu menurunkan risiko penyakit Parkinson bagi kaum pria. Pria yang mengonsumsi 2-3 cangkir kopi berkafein setiap hari memiliki risiko 25 persen lebih rendah dari Parkinson, dibandingkan mereka yang tidak mengonsumsi atau sedikit minum kopi.
Awalnya, peneliti tidak yakin jika kafein cukup bermanfaat melindungi pria dari parkinson. Namun, sebuah riset menemukan sebuah gen yang disebut GRIN2A, yang tampaknya melindungi penikmat kopi dari serangan penyakit Parkinson.

Cegah risiko depresi
Menurut sebuah hasil penelitian, mengonsumsi kopi dapat menurunkan risiko depresi. Para peneliti dari Harvard School of Public Health melaporkan, orang yang minum 4 cangkir kopi atau lebih setiap hari memiliki risiko 20 persen lebih rendah mengalami depresi. Sementara orang yang mengonsumsi 2-3 cangkir kopi sehari memiliki risiko 15 persen lebih rendah.
Ada juga beberapa bukti bahwa kopi melindungi pria dari depresi. Kafein dalam kopi dapat meningkatkan energi dan mood meski dalam jangka pendek. Para peneliti Harvard juga melihat penurunan serupa pada orang depresi yang mengonsumsi minuman ringan berkafein.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best WordPress Themes